Cari

Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Februari 2013

Menpora Bahas Surat FIFA Malam Nanti

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, hari ini akan bertemu dengan PSSI versi KLB Ancol dan PSSI versi KLB Solo guna membahas surat FIFA. Apa isi suratnya?
Dari bocoran surat yang didapat VIVAbola, tidak banyak perubahan pada surat FIFA untuk Menpora tertanggal 13 Februari 2013 tersebut. Pada surat itu, FIFA kembali mengingatkan empat poin yang harus dilakukan Indonesia untuk memperbaiki kondisi sepakbola nasional.
Pertama adalah unifikasi kedua liga (ISL dan IPL). Kedua revisi Statuta PSSI, kemudian ketiga pengembalian empat anggota Komite Eksekutif (La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Toni Aprilliani dan Erwin Budiawan) yang dipecat PSSI versi KLB Solo pimpinan Djohar Arifin Husin.
Terakhir adalah menyelenggarakan Kongres dengan memverifikasi voters Kongres Solo Juli 2011, seperti yang tertuang pada MoU Kuala Lumpur, 7 Juni 2012. MoU Kuala Lumpur sebenarnya sudah disepakati kedua kubu PSSI. Namun, PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin memutuskan untuk menghapus MoU itu pada Kongres di Palangkaraya, 10 Desember 2012.
Dalam paragraf terakhir surat yang ditandatangani Sekjen FIFA, Jerome Valcke, itu disebutkan FIFA meminta Menpora ikut membenahi permasalahan sepakbola dalam negeri. "We sincerely hope that your effort will yield good result" atau "Kami sangat berharap bahwa usaha Anda akan menghasilkan hasil yang baik."
FIFA sendiri memastikan ini adalah peluang terakhir Indonesia untuk menyelesaikan masalah. FIFA akan memutuskan nasib Indonesia pada pertemuan Exco FIFA pada 20 Maret 2013.
Menpora dijadwalkan bertemu dengan dua kubu PSSI di Kantor Kemenpora pukul 19.00 WIB malam nanti guna membahas surat FIFA tersebut. (ren)

©vivabola

Minggu, 02 Desember 2012

Piala AFF: Malaysia Kubur Mimpi Indonesia

      Impian Indonesia untuk lolos ke semifinal harus pupus. Dua gol dari Azammuddin dan Mahalli Jasuli di laga pamungkas Piala AFF grup B mengubur harapan skuad Garuda.
Beberapa perubahan dilakukan oleh pelatih Indonesia Nil Maizar. Absennya Wahyu Wijiastanto membuat komposisi lini belakang berubah. alih-alih memilih Handi Ramdhan yang baru sembuh dari cedera paha, Nil lebih memilih menempatkan Nopendi yang posisi aslinya adalah bek sayap.
Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan begitu peluit dibunyikan. Dalam tempo enam menit babak pertama berjalan, skuad Garuda telah menciptakan dua peluang emas melalui Samsul Arif dan tendangan Vendry Mofu.
     Sebuah kesalahan dari lini belakang Malaysia hampir saja membuat Merah Putih unggul. Sayang tendangan salto dari Samsul Arif gagal. Begitu pula tendangan Irfan Bachdim pada menit ke-17 masih mampu ditepis oleh kiper Malaysia, Farizal Marlias.
Lemahnya koordinasi lini belakang kembali menjadi celah yang mampu dimanfaatkan Malaysia dengan baik. Hanya dalam tempo tiga menit, gawang Indonesia harus rela kebobolan dua gol. Gol pertama dicetak oleh Azammuddin pada menit ke-27. Tiga menit berselang giliran Mahalli Jasuli yang mampu menggandakan skor untuk Harimau Malaya.
      Indonesia terus berupaya untuk memperkecil kedudukan di sisa waktu babak pertama. Solidnya pertahanan Malaysia membuat barisan penyerang Indonesia kesulitan. Hingga babak pertama usai skor 2-0 untuk keunggulan tuan rumah tetap bertahan.
    Di awal babak kedua, Indonesia mencoba bangkit untuk mengejar ketertinggalan. Sayang lemahnya penyelesaian akhir membuat peluang Indonesia terbuang sia-sia.
Sementara Malaysia yang telah unggul dua gol bermain lebih sabar dan rapi. Meski terus digempur, skuad arahan Datuk K Rajagobal ini masih mampu mengantisipasi serangan Garuda dengan baik.
Untuk mempertajam serangan, Indonesia mengubah komposisi lini depan. Samsul Arif yang kurang efektif di lini depan digantikan oleh Jhonny van Beukering.
Indonesia terus mencoba untuk menggempur pertahanan Malaysia. Kurang tenangnya para pemain Indonesia ketika mendapat peluang membuat kesempatan untuk memperkecil kedudukan hilang. Skor tetap 2-0 untuk keunggulan Malaysia.
Memasuki menit ke-80, Indonesia kembali memperoleh peluang. Sebuah tendangan bebas dari Taufiq hampir saja memperkecil kedudukan. Sayang sundulan Raphael Maitimo masih mampu diantisipasi dengan baik oleh pertahanan Malaysia.
Indonesia tak mau menyerah, sebuah tendangan keras dari Andik Vermansyah dari luar kotak penalti masih melambung di atas mistar gawang Farizal Marlias. Hingga pertandingan usai skor 2-0 untuk keunggulan Harimau Malaya tidak berubah.
Dengan hasil ini maka Indonesia harus melupakan mimpi untuk lolos ke babak semifinal. Sementara bagi Malaysia, hasil ini membuat Harimau Malaya lolos ke semifinal ditemani Singapura yang di laga lainnya mampu mengalahkan Laos.
Susunan pemain kedua tim

Malaysia: Farizal Marlias; Mahalli Jasuli, Zubir Azmi, Aidil Zafuan, Safiq Rahman, Azammuddin Akil, Shakir Shaari,W Zack Haikal, Fadhli Shas, Norshahrul, Safee Sali.
Indonesia: Wahyu Tri Nugroho; Raphael Maitimo, Nopendi, Novan Setya, Fachruddin, Elie Aiboy, Taufiq,Vendry Mofu, Oktovianus Maniani, Irfan Bachdim, Samsul Arif.